Creative Opening Pinasthika 2013

Ini adalah openingnya Creative Pinasthika 2013 yg dibuka sama Chairmannya, mas Arief Budiman (@mybothsides). Saya posting karena openingnya keren banget. Tema Pinasthika 2013 ini adalah The Creators.

Opening Pinasthika 2013

Every Creator has behind scene. Di dalam diri kita sudah ada unsur-unsur creator.

Seorang Creator tidak akan memasang karyanya di billboard, tetapi seorang creator akan memasang karyanya di hati setiap orang yang menikmati karyanya. Seorang Creator tidak perlu berpenampilan sempurna. Seorang Creator tidak perlu memakai baju yang mahal karena yang paling mahal bagi seorang creator adalah PASSIONNYA untuk membuat kehidupan di sekitarnya menjadi lebih baik. Seorang Creator tidak perlu kesempurnaan untuk menciptakan sesuatu yang mungkin akan mengubah dunia.

Yang diperlukan seorang creator adalah rasa frustasi. Yang diperlukan seorang creator adalah musuh yang sangat sulit untuk ditakhlukkan. Yang diperlukan seorang creator adalah fitnah, orang yang hobynya menuduh. Yang diperlukan seorang creator adalah orang yang hobinya memberi penonton Indonesia berbagai tontonan yang tidak mendidik. Itu justru adalah bahan bakar yang paling sempurna bagi lahirnya seorang creator.

Creator Indonesia Merdeka, Bung Karno, menandatangani naskah proklamasi dengan bolpen pinjaman, dalam kondisi sakit malaria yang akut, demam dan panas yang tinggi. Dan dalam proklamasi kemerdekaan itu terdapat cacat yang sangat fatal yang baru ditemukan pada sore harinya. Yaitu bahwa negara belum bisa dinyatakan merdeka bila negara itu tidak memiliki presiden. Dan pada saat Indonesia Proklamasi, kita tidak pernah memiliki presiden.

Melihat proses pemilihan presiden sekarang, jika kita kembali ke tahun 1945, maka proses pemilihan presiden itu sangat murah, sangat cepat, tidak bertele-tele dan tidak perlu ada foto orang di jalan dan di pohon-pohon.

Jam 4 sore sambil ngopi dan ngeteh, para pendiri republik duduk di meja dan berbicara

“Tadi pagi jam 10 kita sudah merdeka, tapi saya baru ingat kita melupakan sesuatu yang fundamental: syarat sebuah negara”

“Apa yang kita lupakan?”

“Kita belum punya presiden”

Lalu seseorang menengok ke samping kiri belakang dan disana Bung Karno sedang menggigil di tempat tidur karena malarianya kumat. Lalu orang itu berkata, “No, kamu jadi presiden!”

Presiden pertama Indonesia tidak pernah berkata  ya atau tidak ketika ditawari menjadi seorang presiden. And that’s, the real fact, creator tidak perlu kesempurnaan untuk menjadi seorang creator.

***

Banyak orang tidak suka Jokowi sama banyaknya dengan orang yg tidak suka Ahok. Atau mungkin cerita tragis tentang Tan malaka yang berhasil melarikan diri dari tangkapan penjajah lewat Filipina, Maccau, Rusia, Hongkong, Cina, tapi akhirnya meninggal ditembak oleh bangsanya sendiri.

Setiap creator akan menghadapi hal-hal semacam in sepanjang hidupnya. Tapi seseorang dianggap berhasil meng-create sesuatu atau tidak, dilihat dari apakah dia berhasil atau sekedar berproses.

Dalam pertandingan seakbola, walaupun ball position 90: 10 tapi kalau skor akhir 1-0 oleh yang punya ball position 10. Maka pertandingan itu dimenangkan oleh gol, bukan oleh ball position.

Seringkali dalam kehidupan kita melakukan begitu banyak kesibukan, mengerjakan banyak hal, meeting sana meeting sini, ketemu si A, ketemu si B ketemu si C tapi sebetulnya kita hanya sekedar memainkan bola di lapangan tengah tapi tidak pernah menembakkan gol ke gawang.

“Doing useless thing effectively is still useless”

Seorang creator tahu persis untuk membedakan mana yang benar-benar real perlu dikerjakan dengan mana yang seolah-olah pura-pura sibuk saja.

Seorang creator tahu bahwa aturan itu digunakan untuk mempercepat upaya pencapaian tujuan, bukan untuk menghalangi orang mencapai tujuan. Jadi kalau peraturannya memang rusak, memang salah, bukan tugas politisi untuk memperbaiki.

Politisi tugasnya membuat sesuatu yang sederhana menjadi sulit. Politisi tugasnya membuat sesuatu yang terang benderang menjadi abu-abu. Politisi tugasnya membuat yang halal dan haram menjadi seolah-olah halal dan solah-olah haram. That’s tugas politisi. Tapi tugas seorang creator adalah membuat sesuatu yang complicated menjadi simpel, membuat yang abu-abu menjadi terang benar dan salah, dan itu adalah tugas kita semua yang tidak bercita-cita menjadi politisi.

Ahok

Saya menemukan ini tadi pagi dan saya senang sekali kita punya pemimpin yang tidak peduli terhadap pencitraan. Sebaik-baik pencitraan yag saya tahu belajar dari desain kominikasi visual selama kurang llebih 5 tahun dan 13 tahun di dunia nyata, Pencitraan terbaik adalah KEJUJURAN.  Dan kalau kejujuran itu kita pegang, maka kita tidak perlu biaya milyaran untuk membuat diri kita terlihat baik. Tidak perlu banyak kata-kata untuk menunjukkan ini siapa, apa yang sudah dilakukan, berapa jam tidur sehari, bagaimana dia mengurus keluarganya. Tapi satu foto hitam putih dengan muka polos, dengan background yang seperti itu, foto yang walaupun resolusinya kurang bagus akan jauh lebih dihormati orang ketimbang foto yang dibuat oleh fotografer top tapi tidak menimbulkan makna bagi orang yang melihatnya.

Seorang creator lebih banyak berbicara kepada dirinya sendiri, merundingkan banyak hal untuk mengubah kehidupan dengan dirinya sendiri karena banyak suara-suara yang di luar  adalah noise. Noise itu kalau kita denger hp, tapi nggak begitu masuk masih ada suara-suara lain, dan itu pasti menganggu.

Seringkali suara-suara yang menganggu itu seringkali itu hadir bukan dari orang yang membenci kita, bukan dari orang-orang yang menjadi musuh kita, tapi seringkali mungkin dari orang tua dan orang2 yang kita sayangi

Mereka yang melarang kita untuk melakukan hal-hal yang berbeda karena mereka sayang pada kita.

“Janganlah jadi wirausaha, lihatlah itu tetangga kemaren dia coba-coba. lihatlah dia nyoba 20 juta, coba lagi 30 juta 40 juta. Kamu lihat dia sekarang kemana-mana jalan nggak jelas gitu”

“Janganlah kamu ciptakan yang aneh-aneh gini, masuk aja fakultas kedokteran obati orang ngapain nyampur-nyampur larutan nggak jelas gini nanti malah kena racun aduh janganlah nak.”

Rasa sayang yang diwujudkan dengan cara yang salah dan diterima dengan cara yang salah akan membuat para creator kita menjadi mati sebelum berkembang.

Hidup ini rapuh. Hidup ini sangat-sangat rapuh. Tapi hidup yang sangat rapuh ini tidak pernah meruntuhkan orang yang memiliki keinginan yang sangat kuat.

Masa-masa keemasan Steve Jobs dalam 14 tahunnya di Apple, the best partnya adalah kurang lebih 5 tahun terakhir dia jalani. Kenaikan grafik penjualan apple, produknya yang menjadi the best product in the world, dalam kondisi dia terkena kanker dan terancam bisa meninggal kapanpun. Dan itu adalah tantangan kreatif.

Pak Dirman jalan2 masuk hutan dengan paru-paru setengah. Orang-orang yang mengubah dunia bukan orang-orang yang perfect, yang duitnya banyak, yang istrinya cantik seperti di sinetron-sinetron. Tapi orang yang mungkin rapuh secara fisik, tapi memiliki kemampuan dan semangat yang luar biasa.

Orang-orang itu adalah yang mengubah dunia.

Selamat Datang di Pinasthika Creativestival 2013.

Posted by Heni Murhanayanti on 14 December 2013
Categories:
Kreativitas & Inovasi | Tags: , , , | Leave a comment

Tinggalkan Jejak Anda...

Bagian yang berbintang musti diisi *