Ide Itu Bukan Milik Kita

Masih teringat peristiwa beberapa waktu yang lalu. Waktu itu saya dan teman-teman diminta untuk membuat indikator keberhasilan project entrepreneurship learning cycle. Entrepreneurship learning cycle adalah metode mengajarkan entrepreneurship di sekolah secara experiential learning. Dalam project tersebut saya pegang eksplorasi, estafet pertama dalam entrepreneurship learning cycle. Indikator dibuat untuk mengukur keberhasilan proses eksplorasi. Waktunya mepet dan harus segera dikumpulkan ke project officer.

Sampai hari terakhir dikumpulkan saya belum juga membuat indikatornya. Masih ada waktu beberapa jam lagi. Saya melangkah ke mushola Gedung Pascasarjana Lantai 4. Sholat 2 rokaat. Selesai sholat masih di musholla saya buka laptop dan mengambil catatan. Saya tafakur tentang proses entrepreneruship learning cycle dan eksplorasi. Suasana di mushola sepi dan tenang. Dari jendela mushola terlihat langit biru dan pohon-pohon. Beberapa saat saya diam. Dan lalu…rasanya ide-ide bermunculan. Kurang dari setengah jam akhirnya saya bisa menyelesaikan indikator eksplorasi.

Kejadian itu masih saya ingat sampai sekarang. Itu adalah titik dimana saya tersadar bahwa ide itu bukan milik kita. Ide itu adalah milik Allah. Sebenarnya kita cuma jadi tempat numpang lewat aja kok. Ide dari Allah itu disampaikan lewat pikiran kita, lewat hati kita. Yang kita perlukan adalah kemampuan untuk mendengarkan dan menangkap ide-ide tersebut. Yang kita perlukan adalah memantaskan diri untuk dilewati ide tersebut.

Sepanjang pengamatan saya, ide yang baik itu akan muncul dari kondisi yang tenang. Trus kalo dalam kondisi ruwet kok kadang ada ide juga? Iye…emang ideas comes everywhere. Tapi idenya dari Allah bukan? :D *kalo bukan dari Allah trus dari siapa?*……hii……

Katakanlah: ”Aku berlindung kepada Tuhan manusia”

Raja manusia.

Sesembahan manusia.

Dari kejahatan (bisikan) syaithan yang biasa bersembunyi.

Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.

Dari (golongan) jin dan manusia.

(QS. An Nas 114: 1-6)

Posted by Heni Murhanayanti on 10 April 2012
Categories:
Spiritual | Tags: , , | Leave a comment

Tinggalkan Jejak Anda...

Bagian yang berbintang musti diisi *