Motoran Jogja – Surabaya (Bagian 3)

Pulang 26.08.2015 lewat jalur utara: Gresik – Lamongan – Bojonegoro – Ngawi – Sragen – Solo -  Klaten – Jogja

Surabaya Jogja

Perjalanan pulang lewat jalur utara dimulai dari Gresik sekitar jam 8.45. Diantar teman sampai Terminal Bunder lanjut menikmati pagi dengan jalanan sepanjang Gresik Lamongan. Tidak banyak kesan sepanjang jalan ini selain saya pengen Nasi Krawu tapi mau mampir kok masih kenyang, huhu… :(

Lalu masuk ke Lamongan:

C360_2015-08-26-09-03-14-017Lamongan ini, saya harus mengacungkan 2 jempol untuk jalannya yang muluss. Di sepanjang perjalanan berangkat dan pulang, ini adalah jalan terbaik yang saya lewati.

Tak lama kemudian sampai di Bojonegoro:

C360_2015-08-26-09-58-06-311Bojonegoro ini… luass dan jauhnya…. Hampir separoh perjalanan pulang saya habiskan di Bojonegoro. O ya saya pernah ke kota ini tahun 2012 di Kalitidu untuk penelitian. Jalanan dari perbatasan Lamongan ke Bojonegoro kota cukup lancar. Di sepanjang jalan saya banyak melihat orang-orangan yang didandani menyerupai manusia. Biasanya orang-orangan semacam itu ditaroh di tengah sawah untuk menakuti burung-burung. Tetapi kenapa di sini ditaroh di pinggir jalan ya? Sayang nggak sempat ambil foto.

Jalanan mulai jelek mulai dari Kalitidu ke Padangan. Padangan ke selatan jalannya ada yang bagus ada yang bergelombang, yang jelas sih udah jauh lebih baik daripada 3 tahun yang lalu.

Dalam ilmu geologi, daerah Bojonegoro termasuk dalam Zone Randublatung dan Zone Kendeng. Zone Randublatung merupakan sinklinorium (pegunungan lipatan bawah), Zone ini memanjang dari Cepu, Ngimbang sampai ke Wonokromo Surabaya. Tidak heran di zona ini banyak terdapat minyak & gas. Sedangkan Zona Kendeng merupakan antiklinorium (pegunungan lipatan atas) yang terletak di selatan Zona Randublatung. Zona Kendeng ini membentang dari Ungaran, Bojonegoro bagian selatan, Mojokerto lalu menghujam di Selat Madura. Ciri Zona Kendeng ini adalah adanya perbukitan yang bergelombang. Nggak heran kan kalau jalan Padangan ke selatan banyak naik turunnya. Nah.. itu adalah pegunungan lipatan. Lipatan semakin ke timur semakin melemah, dan tenggelam di Selat Madura.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di peta:

zona rbgFoto minjem dari: http://smiagisttmigas.blogspot.com

Di Bojonegoro saya juga menemukan banyak kerajinan dari Kayu. Saya berhenti di sebuah masjid di daerah ini untuk melaksanakan Sholat Dzuhur sekaligus Ashar.

C360_2015-08-26-13-19-06-919Perjalanan melintasi Bojonegoro berakhir ketika melewati pintu gerbang ini.  Walaupun gapura ini tidak semegah milik lamongan tapi ini adalah gapura paling ditunggu-tunggu setelah perjalanan yang tak habis-habisnya melintasi Bojonegoro.

IMG_20150827_235650

Lega rasanya ketika sudah sampai pertigaan Ngawi. Artinya sudah separuh perjalanan. Sekarang tinggal menyelesaikan separuhnya. Kembali lewat jalur tengah membuat saya merasa nyaman. Rasanya seperti kalo dari luar kota pulang ke Jogja udah nyampe Prambanan. Nyicil ayem, kata orang Jawa. Jalur tengah dari Solo, Sragen, Ngawi, Jombang adalah merupakan Zona Depresi Jawa, sebuah zona sinklin yang terletak di antara Zona Kendeng dan Zona Gunung Api. Zona Depresi Jawa ini mempunyai aksesibilitas baik dan tanahnya subur. Memang cocok untuk jalan antar provinsi. Dan cocok juga untuk pertanian.

Setelah merasakan perjalanan lewat jalur tengah dan jalur utara, saya punya beberapa catatan. Kalau ngejar cepat sampai tujuan, jalur utara ini bisa jadi pilihan tepat. Apalagi beberapa tahun lagi kalau jalannya sudah diperbaiki bisa lebih cepat nyampai. Tapi kalau untuk hiburan biar nggak bosen, jalur tengah ini pilihat yang tepat. Bener-bener nggak bosen. Apalagi sambil kulineran. Kalau mau lebih menantang lagi bisa lewat jalur selatan, lewat pegunungan karst: Pacitan Wonogiri Wonosari Jogja. Saya udah nyoba motoran dari Jogja sampai ujung Gunungidul yang berbatasan dengan Wonogiri. Jalannya lebih cetar, udah menanjak, menikung, musti menyalip lagi. Mantap deh! Valentono Rossi kalah hehe…. Dan sebanding-lah dengan viewnya yang indah sambil menyusuri pantai-pantai selatan jawa.

Truk adalah mahluk yang meski badannya gede, tapi jalannya pelan dan gampang disalip. Sedangkan bis adalah mahluk  yang paling ugal-ugalan di jalan. Mau bis yg ekonomi, eksekutif, patas sama saja kelakuannya. Udah ngebut, mepet, nyalip, trus ngerem mendadak. Jadi kalau ketemu bis mending buru-buru menyingkir dan mengalah sajalah.

C360_2015-08-26-15-18-55-896Nyampe kembali di perbatasan Jateng-Jatim. Hello Jawa Tengah, I’m comingg… :D Selamat Tinggal Jawa Timur! Sampai Berjumpa lagi :D

Sampai Sragen Kota mata dan otak saya sudah nggak mau kompromi lagi. Fokus udah kemana-mana. Jalan aja pelaan banget cuma 20 km/h saking ngantuknya. Ketimbang kenapa-napa, akhirnya saya menepi di sebuah masjid di tepi jalan raya, Masjid Al Falah.

C360_2015-08-26-16-50-20-561Masjid adalah tempat persinggahan terindah bagi musafir. Jangan lupa kalau doa musafir itu mustajab, jadi banyak-banyaklah berdoa di sepanjang perjalanan :D

Cukup lama saya disini untuk kemudian melanjutkan perjalanan kembali . Di tengah jalan saya ketemu sunset yang indah banget. Masih di daerah Sragen.

IMG_20150826_220909Magrib saya sampai Solo, sempat nyasar2, lalu lanjut Klaten. Tadinya mau mampir kulineran tapi nggak jadi karena pengen cepet nyampe Jogja. Jalanan di Klaten… Setengah tahun yang lalu saya magrib pulang dari Solo lewat jalanan di Klaten dan rasanya mau nangis. Jalannya jelek banget, apalagi di daerah Delanggu. Waktu itu hujan turun lebat, lampu penerangan jalan tidak banyak. Saya nggak berani jalan di tengah karena banyak truk dan bus yang kenceng-kenceng. Saya jalan di pinggir dan (mau nggak mau) menikmati jalan yang jelek yang lobang-lobangnya nggak kelihatan karena tergenang air. Huhu….

Tetapi pas saya pulang kemaren jalanan di Klaten sudah lebih baik. Lampu penerangan sudah lebih banyak. Sudah bisa dipake ngebut. Jogja Solo yang biasanya 2 jam, koreksi waktu kemaren bisa ditempuh dengan waktu 1,5 jam.

Jam 8 malam saya sampe Jogja. Sebelum pulang ke rumah mampir Bakmi Jowo dulu sambil nelpon temen2 Jatim, ngabarin kalo dah nyampe Jogja. Lalu pulang ke Home Sweet Home. Alhamdulillaah….

“Telah jauh kutempuh perjalanan, bawa sebentuk cinta, menjemput impian.. (Kla Project)”

Posted by Heni Murhanayanti on 01 September 2015
Categories:
Travelling | 32 comments

Comment untuk tulisan ini.. (32)

  1. Keren….hebat mbak…..mentalnya uedann. Salam

  2. sangat informatif, dan menarik

  3. kalo dah nekad ya gini-ni hahaha.
    saya suka ceritanya

  4. kagum Mental terutama. Ngawi kan hutan nya panjang panjang, untung jalan siang.
    sedikit masukan, berapa bensin yg di beli, berapa jarak tempuh dan kekota ini dan itu sampainya jam berapa tdk terdapat di tulisan ini. Selebihnya jempol.

    • Terimakasih masukannya.
      Total saya isi bensin 5x full tank pertamax @30.000, jadi total bensin PP sekitar 150.000. Kalo jamnya sudah lupa, karena tidak selalu melihat jam.

  5. Keren mbak, sangat bermanfaat dam menginspirasi.

    Rencana dari Solo ke Sidoarjo naik motor sendirian juga :D

    Salam satu aspal.

  6. what a wonderful journey… TOP BANGET!!!!

  7. keren kak , besok tgl 28-29 januari 2017 saya ada rencana touring nih ke yogya ……,

    Nice post ….., :)

  8. maaf mau nanya, kalo dari Surabaya ke Jogja, lebih enak lewat utara (Gresik-Bojonegoro-Ngawi) atau selatan (Sidoarjo-Mojokerto-Madiun) ya? alasannya?

    • Kalo dari surabaya pake motor sy lebih sreg lewat jalur selatan (mojokerto – jombang – madiun – ngawi, alasannya lebih dekat jaraknya jadi nggak terlalu capek. Madiun nggak masuk kotanya lho, cuma di ujung utaranya aja.
      Kalo pake mobil lewat jalur utara lebih enak, karena sepiii jadi bisa ngebut.

  9. kak mau tanya saya pemula sih dan saya ingin sekali ke jogja … saya ingin tanya lebih sama kakak, tapi lewat sosmed kak soalnya banyak yang saya tanyakan kalau kakak berkenang boleh email saya di ecatiw11@gmail.com

  10. kalo dr jogja sby enk e lwat mna mbk, yg jrak tempuh e lbih dket….

    • kalo pas saya motoran enak lewat jaur tengah mas. Cuma akhir2 ini kata temen yg juga motoran, jalur tengah sering macet dan padat… mungkin sebaiknya cek info jalan dulu. Jalur utara bisa jadi alternatif karena masih sepi

  11. Wonder…. gila nich cewex, yg laki ajja jarang2 motoran jogja-sbaya, sendirian lagi.

    Selamatttt N Bisa Di ulang lagi Advencer Touringnya.

  12. Dan brp jam? Tolong segera dijawab,,, mksih

  13. Bener-bener salut sama mba nya. Berani banget, apalagi sendirian gitu :) . Dari dulu saya pingin juga ke Surabaya, tapi ga pernah punya pikiran untuk naik motor. Kalo sekarang kayaknya pingin naik motor aja jogja – surabaya :D .

  14. kalo pake mobil lebih fantastis lagi….over 4000 kilo pp mbak….ternyata semua bisa dicoba…asalkan ada niat dan kemauan

  15. Kmrin sempet motoran jg pp jogja surabaya,, ngbisin bensin 150rb pp nya,, tp asyik sampai ban bocor di mlm hari akhirnya nebeng mobil pic up ,

Leave a Reply to eca Cancel reply

Bagian yang berbintang musti diisi *