Sholat Idul Adha di Gumuk Pasir Parangkusumo

Ingin merasakan sholat idul adha di padang pasir? Datang aja ke Gumuk Pasir Parangkusumo

Idul adha kali ini cukup berkesan buat saya, karenaa….yeayy!! kesampaian juga sholat id di padang pasir. Dari tahun kemaren saya pengen ngerasain sholat idul adha disini, apalagi idul adha identik dengan wukuf arafah sebagai puncak ibadah haji. Jadi biar taste arafahnya lebih ngena gitu. Selain itu semoga bisa jadi doa agar diundang Allah ke tanah suci untuk wukuf beneran di Padang Arafah. aamiin.

Demi mewujudkan keinginan ‘sholat di padang pasir’, pagi-pagi sekali tanggal 10 Dzulhijah 1437 H, saya dan adik sepupu berangkat dari rumah jam 05.15. Oya Gumuk Pasir tempat sholat id dilaksanakan terletak di dekat Pantai Parangkusumo, sekitar 30 km dari pusat kota Yogyakarta. Akses ke lokasi cukup mudah. Dari jalan Parangtritis terus aja ke selatan. Gerbang loket parangtritis masih terus, nanti sampai losmen laras baru belok ke barat/kanan.

 Pagi itu jalanan sepi banget, sepertinya sepanjang jalan parangtritis cuma kita aja yang lewat. Hawa dingin sudah tidak begitu terasa karena kita pakai jaket dan sarung tangan. Perjalanan terhenti sejenak saat melewati jembatan Kretek, karena sunrisenya indaah banget. Terlalu sayang untuk tidak diabadikan :D

sunriseSunrise di Jembatan Kretek, ah….terlalu indah…

Jam 05.55 kita sampai di TKP, tampak sudah banyak jamaah yang sudah sampai gumuk pasir. Area gumuk pasir pun sudah ditandai shaf shaf untuk sholat.

Shaf shaf dari pasir

Jamaah berdatangan ke area sholat

Area gumuk pasir yang luas ini mampu menampung jamaah dalam jumlah yang banyak. Selain warga sekitar gumuk pasir, banyak juga yang berasal dari luar daerah. Hal ini terlihat dari plat mobil-mobil yang parkir di area ini. Bukan itu saja, banyak fotografer yang siap dengan kamera dan tripodnya.

Tidak membuang waktu sayapun menggelar sajadah.

sajadah

Saya dan adik sudah duduk di atas sajadah sambil menikmati suasana. Posisi sudah enak ketika tiba-tiba saya melihat awan berwarna kelabu menghiasi langit. “Waduh kalo hujan gimana tuh? Wah semoga nggak hujan” kataku dalam hati. Baru aja ngebatin, beberapa saat kemudian hujan gerimis mulai turun. Saya berlindung di balik jaket pink kesayangan. Jaketku ini sebenarnya anti air. Tapi kalo hujannya deras bagian bawah basah juga :(

C360_2016-09-12-06-21-54-111Tuh kelihatan kan air hujannya..

Dan benarlah, hujan semakin deras :D Beberapa jamaah mulai menyelamatkan diri. Ada yang lari ke area parkir, ada juga yang berlindung di bawah pohon. Selain itu ada yang langsung ambil tikar/matras langsung dialih fungsikan sebagai payung. Banyak juga yang pasrah hujan-hujanan hehe… Kita berdua ketawa-ketawa, seru nih idul adha kali ini!

C360_2016-09-12-06-21-08-682

Hujan turun tidak lama hanya sekitar 15 menit. Panitia mengumumkan lewat speaker kalau sholat idul adha akan segera dimulai. Jamaah yang ada di parkiran tampak masih enggan untuk beranjak ke gumuk pasir. Panitia kembali memberi pengumuman, kali ini  ditambahi kalimat “Monggo ndang cekat-ceket” :D

C360_2016-09-12-07-07-14-427

Walau sempat diwarnai insiden hujan dadakan, tetapi akhirnya sholat idul adha bisa terlaksana dengan khusuk. Malah sehabis sholat terlihat lengkungan pelangi di langit. Subhanallah!

Unforgetable idul adha

Save Save Save Save Save Save Save Save Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Posted by Heni Murhanayanti on 12 September 2016
Categories:
Spiritual | 1 comment

Satoe Comment

  1. Wah tempat sholatnya anti-mainstream tapi sayang hujan :(

Tinggalkan Jejak Anda...

Bagian yang berbintang musti diisi *