Sydney, Kota Pelabuhan yang Cantik

Yeayy! Akhirnya saya berhasil menginjakkan kaki

di Australia!”

Senang rasanya akhirnya saya bisa ke Australia. Saya berangkat ke Sydney akhir Agustus dalam rangka menghadiri undangan meet up dari salah satu raksasa teknologi.
Bagi saya Sydney adalah kota yang menyenangkan. Seminggu di Sydney berasa sebentar banget. Semoga lain waktu bisa ke sana lagi dan menjelajahi kota lain di Australia.

Membuat Visa Australia

Bagi warga negara Indonesia yang akan pergi ke Australia harus membuat visa terlebih dahulu. Visa ini ada bermacam-macam jenisnya. Jika tujuan kesana untuk berlibur, maka jenis visa yang diperlukan adalah Visitor Class-Tourist Stream. Kalau tujuan untuk menghadiri konferensi atau seminar maka jenis visanya adalah Visitor Class-Business Stream.

Continue Reading

Menyimpan Semua Password dengan Google Password Manager

Sekarang hampir semua orang sudah terkoneksi internet, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Banyak situs dan aplikasi yang mewajibkan kita untuk mendaftar agar bisa mengakses konten mereka. Saat mendaftar ini kita akan diminta untuk membuat username dan password (kata sandi).

Saking banyaknya situs dan applikasi, akhirnya orang cenderung menggunakan password yang sama untuk semua situs. Bukan itu saja, terkadang kita malah lupa passwordnya. Padahal sebenarnya ada solusi yang mudah lho, tanpa harus mengingat-ingat password atau mencatatnya yaitu dengan menggunakan Google Password Manager.

Continue Reading

Membuat Visa Business Australia Online

Bulan Juni-Juli adalah bulan yang paling hectic buat saya, karena di bulan itu saya apply 2 visa negara maju sekaligus: Visa Australia dan Visa Amerika. Semua penyakit psikosomatis muncul karena stress seperti sakit kepala, sakit perut, jantung berdebar, nggak bisa tidur, bahkan pas tidur aja mimpi ngurus visa wkwkw.

Alhamdulillah masa-masa itu sudah berlalu, visa saya keduanya Granted, baik Visa Australia maupun Visa Amerika (walaupun ada drama di kedua visa tersebut). Saya mengurus kedua visa itu sendiri tanpa menggunakan travel agen. Sebetulnya mudah koq ngurus visa sendiri asal mau sedikit repot dan deg-degan 😀

Sepulang dari Australia, saatnya saya share pengalaman mengurus Visa Australia secara online. Di tulisan ini saya akan membahas soal Visa Australia. Tulisan tentang Visa Amerika akan saya tulis di post lain.

Continue Reading

San Francisco (Part 1): Fisherman’s Wharf

Setelah selesai dari event Connect Live (baca: Connect Live: Momen Bertemunya Local Guides Sedunia) saya memutuskan untuk extend 2 hari di San Francisco. Alsannya simple aja, kita tidak pernah tahu masa depan. Kesempatan dalam hidup belum tentu akan datang lagi. Jadi mumpung di Amerika, sekalian aja jalan-jalan dan mengeksplor kotanya 😀

Walaupun cuma 2 hari extend di San Francisco saya sudah cukup puas jalan-jalannya. Tulisan tentang jalan-jalan di San Francisco ini akan terbagi menjadi beberapa tulisan, yang bermula dari Fisherman’s Wharf dan berakhir di Ferry Buildings Market Place.

Pas pegang buku ini rasanya nggak percaya sudah di San Francisco

Hal pertama yang dilakukan setelah memutuskan extend adalah mencari hotel untuk menginap 2 malam. Harga hotel di San Francisco ampun-ampun deh mahalnya.

Continue Reading

Keuntungan Menjadi Google Local Guides

Saya seringkali mendapati pertanyaan ini baik di forum internasional ataupun di forum regional. Apa sih keuntungan menjadi local guides? Iya ya, kenapa sih banyak orang menjadi Local Guides? Dapat apa mereka dari Local Guides?

Bagi yang belum tahu, local guides adalah orang yang memberikan rating, review, foto dan video di google maps. Local guides ini sering rancu dengan tour guides, memang padan katanya agak mirip sih. Local guides adalah volunteer atau sukarelawan. Kita tidak akan dibayar untuk berkontribusi di google maps. Setelah bergabung dan mulai berkontribusi, local guides akan medapatkan poin. Akumulasi dari point tersebut akan menentukan level. Level local guides mulai dari level 1 dan tertinggi level 10.

Saya sudah mejadi local guides selama 3 tahun dan menjalani dengan happy. Adanya level membuat saya merasa seperti main game. Di bawah ini saya tulis beberapa keuntungan menjadi google local guides berdasarkan pengalaman saya.

Continue Reading

Connect Live 2018: Mengunjungi Kampus Google di Mountain View

Hari masih pagi sekali ketika kami berkumpul di depan Hyatt Centric dan menunggu bis yang akan membawa ke Mountain View. Suhu menunjukkan 12 derajat celcius, yang terasa dingin bagi kulit tropis saya. Untuk membunuh waktu kami foto-foto dengan peserta lain.

Mountain View berada 63 km di sebelah selatan Kota San Francisco. Jarak tersebut bisa ditempuh kurang lebih 1,5 jam perjalanan. Di sepanjang perjalanan kami melihat kota San Francisco dengan yang konturnya berbukit-bukit. Kami juga melewati pier atau dermaga-dermaga dan Oakland Bay Bridge. Sebuah jembatan yang mirip dengan Golden Gate Bridge.

Kontur berbukit-bukit, ciri khas San Francisco
Continue Reading

Connect Live 2018: Perjalanan Tidak Terduga ke Golden Gate Bridge

Kami mengawali hari kedua dengan breakfast di Presidio Hyatt Centric. Hotel ini memberi nama ruangan-ruangannya tempat-tempat populer di San Francisco seperti Presidio, Sausalito, Tiburon, Larkspur dan lain sebagainya. Presidio sendiri adalah Taman Nasional yang berlokasi di dekat Golden Gate Bridge.

Setelah breakfast kami menuju North Point Lounge untuk acara local guides. Acaranya apa dan bagaimana maaf saya tidak bisa share karena bersifat RAHASIA dan kami para peserta CL sudah menandatangani NDA (Nondisclosure Agreement) yang artinya tidak boleh share materi ke siapapun.

Di hari kedua ini saya bertemu kembali dengan Dane Glassgow, Vice President of Google Maps. Di Bulan Maret 2018 saya dan teman-teman local guides bertemu beliau di acara launching fitur terbaru Google Maps. Tiga orang yang diundang di Jakarta waktu itu hadir kembali di Connect Live yatu saya, mb Nunu dan Pak Budi.

Continue Reading

Connect Live 2018: Momen Bertemunya Local Guides Sedunia

Setelah melalui perjalanan sehari semalam (baca: Perjalanan ke San Francisco dengan Singapore Airlines) dan melewati port entry, kami keluar dari San Francisco International Airport. Disana sudah ada team local guides yang mengatur penjemputan. Kami bertiga diantar menggunakan mobil ke Hyatt Centric Fisherman’s Wharf, tempat acara akan berlangsung. Jarak antara bandara ke kota San Francisco adalah 21 km.

Dijempuut

Bagi yang belum tahu, San Francisco adalah salah satu kota di Negara Bagian California. San Francisco terletak di kawasan teluk atau sering disebut bay area. Kota ini adalah kota pelabuhan dan merupakan destinasi wisata sekaligus merupakan salah satu kota termahal di dunia.

Continue Reading

Perjalanan ke San Francisco dengan Singapore Airlines

Setelah selesai mengurus Visa US, saya konfirmasi ke team local guides mengenai keberangkatan saya ke Amerika. Saya diberikan opsi penerbangan untuk berangkat dan pulangnya. Oya kita bisa memilih mau pakai maskapai apa, tanggal berapa bahkan sampai mau duduk di dekat jendela atau lorong semua bisa request (Google emang top!)

Untuk berangkat dan pulang saya memilih menggunakan Singapore Airlines. Dan karena saya muslim, sebelum berangkat saya memilih opsi muslim meal melalui webnya Singapore Airlines (Krisflyer).

Hari Keberangkatan

Akhirnya hari yang bersejarah pun tiba. Hari senin tanggal 15 Oktober 2018 jam 06.45 saya berangkat ke Stasiun Tugu Yogyakarta untuk naik kereta ke Surabaya. Eits….. Kok malah ke Surabaya? Iya saya memang minta penerbangan yang sama dengan Mb Nunu dan Mas Budiono. Ini adalah kali pertama saya ke Amrik, somehow saya tetep punya kekhawatiran masuk port entry, mengisi dokumen dll. Jadi biar ada temanlah. Saya juga bisa hemat energi nggak usah mikir. Apalagi penerbangan ini pakai menginap semalam di Changi. Gabut banget kan kalo sendirian?

Saat saya berangkat ke US cuaca di Jogja dan Surabaya sedang panas-panasnya, 33 derajat Celcius di Jogja & 35 derajat Celcius di Surabaya. Sampai di Surabaya dijemput oleh Elyudith, teman Local Guides dari Surabaya. Dan karena sudah kelaparan, mampir dulu ke Aiola Eatery sambil memantau teman yang lain sudah sampai mana.

Continue Reading

Deg Degan Mengurus Visa Amerika

Mengurus Visa Amerika adalah hal yang harus dilakukan kalau ingin ke Amerika Serikat. Oya visa beda ya sama passport. Passport adalah identitas kita di dunia Internasional, semacam KTP gitu. Sedangkan Visa adalah izin masuk dan tinggal selama beberapa hari atau bulan di negara lain.

Pengalaman mengurus visa amerika adalah pengalaman yang paling mendebarkan di tahun 2018. Karena undangan dari Google udah di tangan nih. Antara kepengen banget bisa ke Amerika dan takut nggak bisa dapetin visa. Rasanya bakal gelo kalo sampai nggak bisa dapetin Visa.

Untuk apply Visa kita harus mengisi dulu form DS-160. Saya apply Visa B1/B2 untuk tujuan bisnis (karena menghadiri conference) dan sekaligus jalan-jalan. Untuk mengisi formulir DS-160 ini sebaiknya kita sendiri yang mengisi, karena nanti pertanyaan wawancara tidak jauh-jauh dari yang kita tulis. Tidak sulit kok, lha wong semua tentang diri kita.

Daripada kelamaan di depan laptop dan bongkar-bongkar dokumen, saya download dulu formulir DS-160 lalu mengisi manual. Setelah beres semua baru saya mengisi secara online. Ada perbedaan antara formulir untuk laki-laki dan wanita. Untuk laki-laki akan ditanya lebih detil mengenai riwayat pendidikan dan pekerjaan sedangkan untuk wanita tidak akan ditanya secara detil.

Continue Reading
1 2 3 8