Connect Live 2018: Momen Bertemunya Local Guides Sedunia

Setelah melalui perjalanan sehari semalam dan melewati port entry, kami keluar dari San Francisco International Airport. Disana sudah ada team local guides yang mengatur penjemputan. Kami bertiga diantar menggunakan mobil ke Hyatt Centric Fisherman’s Wharf, tempat acara akan berlangsung. Jarak antara bandara ke kota San Francisco adalah 21 km.

Dijempuut

Bagi yang belum tahu, San Francisco adalah salah satu kota di Negara Bagian California. San Francisco terletak di kawasan teluk atau sering disebut bay area. Kota ini adalah kota pelabuhan dan merupakan destinasi wisata sekaligus merupakan salah satu kota termahal di dunia.

Continue Reading

Perjalanan ke San Francisco dengan Singapore Airlines

Setelah selesai mengurus Visa US, saya konfirmasi ke team local guides mengenai keberangkatan saya ke Amerika. Saya diberikan opsi penerbangan untuk berangkat dan pulangnya. Oya kita bisa memilih mau pakai maskapai apa, tanggal berapa bahkan sampai mau duduk di dekat jendela atau lorong semua bisa request (Google emang top!)

Untuk berangkat dan pulang saya memilih menggunakan Singapore Airlines. Dan karena saya muslim, sebelum berangkat saya memilih opsi muslim meal melalui webnya Singapore Airlines (Krisflyer).

Hari Keberangkatan

Akhirnya hari yang bersejarah pun tiba. Hari senin tanggal 15 Oktober 2018 jam 06.45 saya berangkat ke Stasiun Tugu Yogyakarta untuk naik kereta ke Surabaya. Eits….. Kok malah ke Surabaya? Iya saya memang minta penerbangan yang sama dengan Mb Nunu dan Mas Budiono. Ini adalah kali pertama saya ke Amrik, somehow saya tetep punya kekhawatiran masuk port entry, mengisi dokumen dll. Jadi biar ada temanlah. Saya juga bisa hemat energi nggak usah mikir. Apalagi penerbangan ini pakai menginap semalam di Changi. Gabut banget kan kalo sendirian?

Saat saya berangkat ke US cuaca di Jogja dan Surabaya sedang panas-panasnya, 33 derajat Celcius di Jogja & 35 derajat Celcius di Surabaya. Sampai di Surabaya dijemput oleh Elyudith, teman Local Guides dari Surabaya. Dan karena sudah kelaparan, mampir dulu ke Aiola Eatery sambil memantau teman yang lain sudah sampai mana.

Continue Reading

Deg Degan Mengurus Visa Amerika

Mengurus Visa Amerika adalah hal yang harus dilakukan kalau ingin ke Amerika Serikat. Oya visa beda ya sama passport. Passport adalah identitas kita di dunia Internasional, semacam KTP gitu. Sedangkan Visa adalah izin masuk dan tinggal selama beberapa hari atau bulan di negara lain.

Pengalaman mengurus visa amerika adalah pengalaman yang paling mendebarkan di tahun 2018. Karena undangan dari Google udah di tangan nih. Antara kepengen banget bisa ke Amerika dan takut nggak bisa dapetin visa. Rasanya bakal gelo kalo sampai nggak bisa dapetin Visa.

Untuk apply Visa kita harus mengisi dulu form DS-160. Saya apply Visa B1/B2 untuk tujuan bisnis (karena menghadiri conference) dan sekaligus jalan-jalan. Untuk mengisi formulir DS-160 ini sebaiknya kita sendiri yang mengisi, karena nanti pertanyaan wawancara tidak jauh-jauh dari yang kita tulis. Tidak sulit kok, lha wong semua tentang diri kita.

Daripada kelamaan di depan laptop dan bongkar-bongkar dokumen, saya download dulu formulir DS-160 lalu mengisi manual. Setelah beres semua baru saya mengisi secara online. Ada perbedaan antara formulir untuk laki-laki dan wanita. Untuk laki-laki akan ditanya lebih detil mengenai riwayat pendidikan dan pekerjaan sedangkan untuk wanita tidak akan ditanya secara detil.

Continue Reading

Iā€™m In! Diundang ke Connect Live Local Guides di Amerika

Ramadhan adalah bulan yang menjadi berkah bagi umat muslim. Setiap ramadhan selalu punya cerita sendiri. Dan di ramadhan 1439 H ada salah satu momen yang tidak terlupakan dalam hidup: Keterima Connect Live!

Saya masih ingat hari itu malam ke 27 ramadhan, karena saya berencana i’tikaf ke masjid kampus tapi nggak jadi. Malam itu saya tidur di karpet depan TV. Sekitar jam 2 malam notifikasi hp berbunyi dan saya terbangun. Ternyata ada email masuk. Dari Google.

Whatt? Masih belum yakin saya WA mbak nunu “Mbak ini apa? Skrg kan belum tanggal 20?” “Ah Finally you get in. Yang keterima diemail skrg. Congrats!” balasnya.
OMG it’s really? Dan malam itu saya merasa seperti mendapatkan lailatul qadar šŸ˜€

Rasanya seperti mimpi yang menjadi nyata. Siapapun yang mengenal saya pasti tahu kalau Amerika adalah negara yang paling ingin ingin saya kunjungi. Bahkan waktu bikin paspor di tahun 2012 beberapa teman menyarankan sekalian 3 nama untuk umroh. Tapi saya kekeuh tetap menggunakan 2 nama dengan alasan “Ntar takut bermasalah kalo ke Amerika” wkwkkw.

Sejak saya mendalami dunia entepreneurship, kreativitas dan design thinking saya banyak mengambil referensi dari universitas dan perusahaan di Amerika seperti Stanford atau IDEO. Impiannya sih bisa study disana. Aamiin šŸ˜€

Ngomong-ngomong ternyata saya juga pernah nulis di twitter setahun sebelum pengumuman connect live 2018. Cukup bikin merinding waktu saya nemu twit ini kembali:D

Continue Reading

Mendaftar Event Terbesar Google Local Guides: Connect Live 2018

Jika Meet up Nusantara adalah pertemuan terbesar local guides se-Indonesia, maka Connect Live adalah pertemuan terbesar localguides seluruh dunia, dan event ini resmi diselenggarakan oleh Google.

Pertemuan terbesar local guides baru diselenggarakan sebanyak 3 kali, tahun 2016, 2017 dan 2018. Untuk tahun 2016 dan 2107 bernama Local Guides Summit, dan untuk tahun 2018 berganti nama menjadi Connect Live.

Pendaftaran connect live biasanya dibuka di bulan April dan semua localguides level 5 ke atas biasanya mendapat email pemberitahuan seperti ini

Selain email, keterangan lebih lanjut mengenai event ini juga dishare di localguidesconnect, sebuah forum resmi localguides yang dikelola langsung oleh Google. Info connect live 2018 bisa dibaca disini dan disini

Continue Reading

Menjadi Google Local Guides!

Tulisan ini adalah tulisan pertama dari rangkaian tulisan pengalaman saya menjadi Local Guides

Perkenalan saya dengan Google Local Guides terjadi kurang lebih 2 tahun yang lalu, di Bulan November 2016. Waktu itu Google membuat acara #SelaluTauJog, untuk memperkenalkan penggunaan Google Assistant. Acara itu berlangsung selama seminggu, tiap hari kita harus mantengin twitter untuk mencari clue yang diberikan lalu mencari venue acara tersebut di Google.

Salah satu venue acara adalah di Dowa Honje yang terletak di perempatan Tugu Jogja. Saya masih ingat sekali antriannya panjang, dan karena kapasitas untuk makan terbatas peserta ditawari apakah mau menunggu makanan atau diberi totebag Google. Tentu dong saya dan adik milih totebagnya. Di depan Dowa ada logo G dan saya foto disitu lalu posting di Instagram dengan caption iseng-iseng “Pengennya sih foto ginian di Palo Alto”

Who knows…… 2 tahun kemudian saya beneran bisa foto di kantornya Google di Mountain View!

Continue Reading