Deg Degan Mengurus Visa Amerika

Mengurus Visa Amerika adalah hal yang harus dilakukan kalau ingin ke Amerika Serikat. Oya visa beda ya sama passport. Passport adalah identitas kita di dunia Internasional, semacam KTP gitu. Sedangkan Visa adalah izin masuk dan tinggal selama beberapa hari atau bulan di negara lain.

Pengalaman mengurus visa amerika adalah pengalaman yang paling mendebarkan di tahun 2018. Karena undangan dari Google udah di tangan nih. Antara kepengen banget bisa ke Amerika dan takut nggak bisa dapetin visa. Rasanya bakal gelo kalo sampai nggak bisa dapetin Visa.

Untuk apply Visa kita harus mengisi dulu form DS-160. Saya apply Visa B1/B2 untuk tujuan bisnis (karena menghadiri conference) dan sekaligus jalan-jalan. Untuk mengisi formulir DS-160 ini sebaiknya kita sendiri yang mengisi, karena nanti pertanyaan wawancara tidak jauh-jauh dari yang kita tulis. Tidak sulit kok, lha wong semua tentang diri kita.

Daripada kelamaan di depan laptop dan bongkar-bongkar dokumen, saya download dulu formulir DS-160 lalu mengisi manual. Setelah beres semua baru saya mengisi secara online. Ada perbedaan antara formulir untuk laki-laki dan wanita. Untuk laki-laki akan ditanya lebih detil mengenai riwayat pendidikan dan pekerjaan sedangkan untuk wanita tidak akan ditanya secara detil.

Untuk Foto juga ada aturannya yaitu ukuran 5×5 cm dengan penampakan wajah sebanyak 80%. Dahi kelihatan bagi yang berjilbab. Saya foto di Calista Jogja, habis 30.000 dan langsung jadi hari itu juga. Bilang aja mau bikin foto untuk Visa Amerika. Fotonya tidak usah diedit. Atau kalau teman-teman tidak yakin studio fotonya ngerti apa nggak, print aja ketentuan foto visa dari webnya kedutaan Amerika, lalu jelaskan ke front office.

Nunggu foto selesai dicetak di Calista

Sebelum mengurus berkas-berkas saya browsing-browsing membaca banyak cerita pengalaman mengurus Visa Amerika, terutama saat wawancara. Ada yang diterima dan ada pula yang ditolak. Kebanyakan browsing akhirnya bikin saya stress, tetapi saya juga mendapatkan banyak informasi dan pandangan.

Jadi begini, Amerika adalah negara yang sangat maju, gampangnya lihat aja GDP atau pendapatan per kapita Amerika. atau lihat aja kurs dolar ke rupiah. Akan kerasa banget perbedaan ini kalau kita ke Amerika. Karena negara maju itulah maka banyak orang yang pergi ke Amerika untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Sayangnya banyak yang menggunakan Visa Non Imigran sebagai jalan masuk ke Amerika dan tidak kembali lagi. Akhirnya mereka menjadi imigran gelap. Buat yang mengikuti berita-berita Amerika, pasti tau dong bagamana geramnya Presiden Trump pada imigran gelap ini.

Nah karena itulah Amerika lebih berhati-hati dalam memberikan Visa Non Imigran ke warga negara lain, agar tidak disalah gunakan. Pentingnya wawancara adalah untuk menggali apakah kamu punya strong ties atau ikatan yang kuat dengan negara asal. Intinya apakah kamu akan kembali ke negara asal atau tidak. Strong ties ini bermacam-macam, bisa pekerjaan, keluarga, anak dan lain sebagainya.

Karena itu mendapatkan Visa Amerika gampang-gampang susah sebenarnya. Semuanya tergantung pada kondisi kita. Kalau teman-teman banyak membaca pengalaman yang apply visa, pertanyaannya itu-itu aja kok. Dan kita akan punya feeling atau bisa merasakan titik lemah kita dimana saat apply Visa.

Dari 6 peserta Connect Live 2018 dari Indonesia yang lolos, satu per satu mulai mengurus Visa. Pertama mengurus adalah mas Budiono lalu mb Nunu. Mereka tahun kemaren sudah mengurus visa dan tahun ini mendapat multiple entry. Oya Visa amerika itu ada single entry dan multiple entry. Single entry artinya cuma bisa satu kali pakai. Jadi kalau mau ke Amerika lagi harus apply visa lagi. Sedangkan multiple entry bisa digunakan berkali-kali masuk Amerika selama 5 tahun.

Setelah menyelesaikan formulir DS-160 kita bisa membayar biaya apply visa sebesar 160 USD di Bank CIMB Niaga. Pada saat apply bulan Juli 2018 saya membayar sebesar 2.320.000. Jumlah ini bisa berubah mengikuti kurs dollar. Setelah selesai membayar kita bisa membuat janji wawancara lewat web cgifederal.secure.force.com. Saya memilih wawancara di Consulate Surabaya hari Senin tanggal 16 Juli 2018. Kebetulan juga mbak Dian dari Madura juga wawancara di hari yang sama, bedanya saya jam 08.00 dan mbak Dian jam 09.00

Bayar Visa di CIMB Niaga

Hari minggu saya sudah naik kereta jurusan Surabaya. Galau? Sudah tidak sempat karena disaat yang bersamaan saya juga mengurus Meet Up Nusantara 2 dan hari-hari itu seharusnya sudah launching tetapi tertunda oleh beberapa hal. Masa-masa galau saya soal visa sudah lewat. Sekarang ikhlas aja, kalau memang rezeki untuk ke Amerika, pasti Allah akan mudahkan. Kalau tidak dapat visa ya itu adalah yang terbaik menurut Allah. Yang penting saya sudah berusaha semaksimal mungkin.

Saya turun di Mojokerto ke rumah teman karena kebetulan kakanya lahiran. Lalu sore harinya saya berangkat ke Surabaya untuk melihat lokasi Konsulate US. Cek lokasi sebelum hari H ini penting yaa…. nggak lucu kan kalau sampai kesasar. Setelah paham lokasi (maksudny temenku yg paham rutenya :D) kita menuju Gresik untuk menginap disana.

Pagi-pagi sekali kurang lebih jam setengah 6 saya diantar teman berangkat ke Konsulate US di daerah Citraland. Sampai sana jam setengah 7. Tentu saja kantornya belum buka, jadi saya nunggu di depan pintu gerbang. Sebelum saya ada seorang bapak-bapak yang juga berasal dari Jogja. Oya untuk wawancara visa, kita tidak boleh membawa tas besar, bahkan tas kecil (wanita) punya saya aja harus dititipkan. Kita masuk hanya membawa dompet, dan berkas aplikasi serta surat-surat yang sekiranya diperlukan. Sebaiknya kita juga menggunakan pakaian yag rapi dan sopan. Juga dandan gaes! First impression tetep perlu walau itu bukan jaminan.

Setelah melewati pemeriksaan berlapis, sampailah saya di sebuah taman yang menghubungkan bagian depan dengan tempat wawancara. Disini ada bangku panjang untuk menunggu kita dipanggil ke ruang wawancara. Di ruang wawancara ada beberapa loket, antara lain tempat pemeriksaan berkas, tempat finger print dan 2 loket wawancara. Suasana disini sepi, karena tidak ada orang yang ngobrol jadi kita akan bisa mendengar yang sedang wawancara visa.

Di loket sebelah kiri ada satu keluarga yang apply visa, ayah ibu dan 2 anak laki-laki. Mereka ditolak visanya. Di loket sebelah kanan ada seorang pemuda yang sudah apply yang kesekian kalinya, tapi sayangnya consulate menolak visanya. Pemuda itu sempat protes, “why? why?”, tapi consulate hanya menjawab. “Menurut hukum di negara kami, anda belum memenuhi…..).” Consulate tidak akan mengatakan penyebab aplikasi visa ditolak, hanya akan mengatakan anda tidak bisa menunjukkan strong ties, dll. Oya untuk wawancara visa kita juga bisa menggunakan Bahasa Indonesia kok. Hanya saja saran yang sudah-sudah, untuk menghadiri conference sebaiknya kita menggunakan Bahasa Inggris.

Lalu tibalah giliran saya dipanggil. Saya mendekati loket dengan mantap. “Good Morning!” seorang consulate wanita menyapa. Saya menjawab salamnya lalu beliau mulai bertanya “What your purpose to US?” “Are u married?” “What’s your job?” “Who will pay your travel?” “How long you will stay in US?”

Satu pertanyaan akan membawa ke pertanyaan lainnya. Saya lebih diekspos di pertanyaan “What your purpose to US?” “What is connect live?” “How long you in your community?” Lalu ada waktu sekitar 2 menit beliau diskusi dengan asistennya. Ow GOD! Rasanya itu 2 menit yang paling mendebarkan. Saya sampai bisa mendengar detak jantung saya di depan loket. wkwkw lebay, but it’s true!

Lalu, consulate mengambil selembar kertas dan mengatakan, “Congratulations, your US Visa has been approved. You will get single entry” OMG boleh dong bayangin betapa happynya saya saat itu. Happy banget!

Lalu saya keluar mengambil tas dan buru-buru keluar dari gedung consulat tanpa menoleh2 ke belakang (Takut mereka berubah pikiran wkwkw). Bahkan saya tidak sempat menunggu mbak Dian, karena buru2 pengen cari masjid untuk sujud syukur dan menenangkan diri šŸ˜€

Saya pesen Gojek ke Masjid Al Falah, sambil mengabarkan ke teman-teman Connect Live. Mas Budiono dan mb nunu nanti akan menyusul ke Al Falah. Sebelum ke Al Falah saya mampir ke Taman Bungkul, lapeeer, karena paginya nggak sempat makan (dan nggak selera makan juga šŸ˜€ )

Selang beberapa lama saya mendapat kabar mbak Dian nggak dapet Visa US nya. Waduh sayang sekali. Kami menyemangati mb Dian untuk tidak patah semangat. Setelah semua menyusul ke Masjid Al Falah kami berangkat ke Surabaya Plaza yang deket sama Gubeng.

Jam 5 saya naik KA Sancaka balik ke Jogja. Di atas kereta saya melaunching event terbesar local guides seluruh Indonesia, Meet Up Nusantara 2 (MUN 2) yang akan diselenggarakan di Yogyakarta awal 10-12 Agustus 2018. Dan setelah itu fokus saya beralih untuk menyukseskan MUN 2.

You may also like

2 Comments

  1. numpang tanya mbak, kalau dapat single entry itu, dapatnya berapa bulan ?
    apakah ada batas terakhir masuk ke amerika? dan stlh tanggal masuk itu, berapa lama berlakunya visa ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.