Membuat Visa Business Australia Online

Bulan Juni-Juli adalah bulan yang paling hectic buat saya, karena di bulan itu saya apply 2 visa negara maju sekaligus: Visa Australia dan Visa Amerika. Semua penyakit psikosomatis muncul karena stress seperti sakit kepala, sakit perut, jantung berdebar, nggak bisa tidur, bahkan pas tidur aja mimpi ngurus visa wkwkw.

Alhamdulillah masa-masa itu sudah berlalu, visa saya keduanya Granted, baik Visa Australia maupun Visa Amerika (walaupun ada drama di kedua visa tersebut). Saya mengurus kedua visa itu sendiri tanpa menggunakan travel agen. Sebetulnya mudah koq ngurus visa sendiri asal mau sedikit repot dan deg-degan 😀

Sepulang dari Australia, saatnya saya share pengalaman mengurus Visa Australia secara online. Di tulisan ini saya akan membahas soal Visa Australia. Tulisan tentang Visa Amerika akan saya tulis di post lain.

Beneran Bisa Online?

Yup, asik banget saat saya tau apply Visa Australia bisa online. Karena saya tinggal di Jogja tentu saja apply visa secara online ini bener-bener bisa menghemat waktu dan biaya. Saya tidak harus ke Jakarta untuk mengurus visa. Buat teman-teman yang mau apply visa secara online, saya sarankan untuk membaca tulisan/blog yang juga apply Visa Australia secara online. Karena beda loh informasi dokumennya, seperti misalnya untuk online akte kelahiran tidak perlu dilampirkan. Juga aset-aset seperti surat tanah dan lain sebagainya tidak perlu dilampirkan.

Karena saya berangkat ke Australia akhir Agustus, maka di bulan Juni saya mulai apply visa. Waktu normal pemrosesan visa online ini sekitar 16-24 hari kerja, walau banyak juga teman saya yang cepat granted bahkan ada yang 2 hari apply langsung granted.

Cara membuat Visa Australia Secara Online

Pertama yang harus dilakukan adalah cek tipe visa yang dibutuhkan, apakah untuk keperluan tourist, atau untuk keperluan business. Bisa cek di
https://immi.homeaffairs.gov.au/visas/getting-a-visa/visa-finder Ini web resminya imigrasi Australia, semua persyaratan dan informasi visa ada disitu. Saya sendiri berencana ke Australia untuk menghadiri meet up yang diselenggarakan di kantor Google Sydney. Nah seharusnya saya apply untuk Business Stream. Karena something and something, saya malah apply untuk Tourist Stream. Alhasil setelah submit dan dicek embassy, saya disuruh ganti ke Business Stream. Untunglah nggak perlu bayar lagi.

Visa Tourist dan Visa Business sebetulnya proses applynya tidak jauh beda, yang membedakan adalah untuk Business nanti harus mencantumkan business contact di Australia. Dan dokumen yang diupload juga sedikit berbeda.

Step-step membuat visa secara online baik Tourist maupun Business:

  1. Membuat akun di https://online.immi.gov.au/lusc/register Kalaupun dokumen belum lengkap tidak masalah membuat akun dan mengisi dulu formnya karena nanti bisa disave. Malah mending mengisi dulu karena nanti tahu dokumen apa yang dibutuhkan. Pada saat saya apply Visa Australia, saya browsing terlebih dahulu untuk mencari tahu dokumen yg dibutuhkan. Dan ternyata akte lahir tidak diperlukan, padahal saya sampai ke dukcapil untuk minta ganti akte kelahiran yg dwi bahasa.
  2. Mengisi form. Mengisi form ini sebaiknya lakukan saat kondisi tenang, santai dan tidak terburu-buru. Sediakan waktu khusus untuk megisi form. Jika ragu apa maksud pertanyaannya bisa klik gambar tanda tanya di sebelah pertanyaan. Disitu ada penjelasannya. Bagi yang e-ktp nya ada tulisan expired (seperti punya saya, padahal berlaku seumur hidup) tidak perlu khawatir, tetap aja ditulis tanggal expired, nanti di bagian akhir saat upload e-ktp ditulis valid for a lifetime.
  3. Upload dokumen. Dari seluruh rangkaian apply, ini nih bagian yang paling ribet, karena banyak dokumen yang diperlukan. Bahkan menurut saya, apply visa US aja nggak seribet ini hehe.

Saya akan share dokumen yg diperlukan untuk Visa Australia Tourist Stream dan Business Stream.
Jika teman-teman mendaftar untuk visa tourist stream maka ini dokumen yang diupload:

Dokumen Visa Australia Tourist Stream

Dokumen Visa Australia untuk Tourist Stream ada di foto di atas (klik aja untuk memperbesar gambarnya).

  • Photograph. Saya bikin foto untuk visa australia sekalian untuk visa US di Calista Jogja. Ukurannya 3,5 x 4,5 cm dengan background abu-abu 18%. Pas di studio mereka sempat bingung dengan arti abu-abu 18%, lalu saya bilang, abu-abu dikit aja mbak.
  • Travel Document. Yang dimaksud adalah Passport. Scan aja cover, bagian depan yang ada foto, nama dan identitas kita sampai halaman endorsement dan bagian belakang yang ada tandatangan kita. Scan lalu save dalam satu file aja ya, jadi tidak terpisah-pisah.
  • National Identity Document (Other than Passport). ini scan e-KTP kita. Cukup bagian depan saja. Seperti yang sudah saya tulis, jika e-KTP expired nanti di keterangan ditulis valid for a lifetime.
  • Evidence of the Applicant Previous Travel. Scan semua halaman passport yang sudah ada visa atau capnya. Ini tidak digabung ya dengan bagian depan passport yg ada namanya. Jadi yang discan adalah halaman travelnya aja.

Keempat dokumen tadi required, jadi harus ada. Di bawah dokumen required ada dokument recomended, yg sebaiknya disertakan seperti:

  • Family Register and Composition Form. Scan Kartu Keluarga.
  • Evidence of planning tourist activities in Australia. Ini lampirkan aja itinerary. Kalau saya kemaren melampirkan agenda acara.
  • Evidence of the Financial Status and funding for Visit. Untuk evidence ini saya menggunakan e-statement bank selama 3 bulan dari bulan Maret – Mei + Surat Referensi Bank (Bank Reference Letter). Karena saya menggunakan BCA maka untuk e-statement tinggal download aja di klikbca. Sedangkan Surat Referensi Bank, adalah surat dari bank yang menyatakan bahwa kita adalah nasabah di bank tersebut. Untuk memperoleh reference letter kita harus ke bank lalu minta ke CS. Biayanya 50.000 untuk bank BCA dan akan tertera saldo rekening pada saat itu. Walaupun saya apply karena undangan ,dan semua biaya akomodasi saya ditanggung tetapi tetap harus melampirkan bukti keuangan. Menurut saya, soal rekening ini cukup penting dan mempengaruhi, jadi pastikan 3 bulan sebelum apply rekeningnya aktif dan sehat, artinya ada uang keluar masuk dengan jumlah yang cukup untuk travelling.
  • Invitation from Family, Friends and Organization. Sertakan jika ada undangan dari keluarga, teman atau organisasi
  • Evidence of current employment or self employment. Bagi yang masih mahasiswa bisa minta surat keterangan mahasiswa dari kampus. Bagi yang bekerja bisa minta surat keterangan dari kantor. Semuanya dalam bahasa inggris ya gaess. Dan bagi yang punya usaha bisa melampirkan siupp atau surat keterangan usaha lainnya.
  • Exceptional reasons for extendes stay in Australia as visitor (beyond 12 months). Bagian ini dikosongkan aja kecuali memang mau stay lama di Aussie.

Jika teman-teman mendaftar untuk visa business stream maka ini dokumen yang diupload:

Dokumen Visa Australia Business Stream

Dokumennya hampir mirip dengan Tourist Stream, sepintas kayak dibolak balik aja. Untuk bagian Business reason for travel to Australia bisa diisi sesuai kepentingan anda, semisal ada undangan meeting atau conference bisa diupload disitu.

Submit dan Bayar

Setelah semua form terisi dan upload dokumen, langkah terakhir adalah membayar. Pembayaran Visa Australia hanya bisa menggunakan Kartu Kredit dan Paypal. Kartu debit untuk Indonesia blm bisa digunakan untuk membayar. Biayanya apply visa sebesar AUD 140. Kalau pakai paypal akan ada charge AUD 1.40 jadinya total biaya sebesar AUD 141.40. Tinggal dikalikan aja dengan kurs saat ini.

Bayar Pakai Paypal

Setelah selesai submit nanti tinggal menunggu aja nanti akan ada pemberitahuan lewat email apakah visanya granted (diterima) atau rejected (ditolak) atau harus melengkapi dokumen lain semua akan diinformasikan lewat email.

Salah Jenis Visa

Ini nih kasus saya, saya apply Visa Tourist Stream menghadiri meet up. Dua minggu setelah submit saya dapat email untuk menggantu visa ke Business Stream. Lalu bagaimana cara menggantinya? Apakah perlu mengisi form dan membuat applikasi lagi? TIDAK sodara-sodara. Saya hanya diminta untuk mengisi Form 1023 Notifications of Incorrect Answers lalu diupload ke akun immi. Jadi tidak perlu mengulang dari awal. Dan tidak perlu membayar lagi.

Pada saat menerima email kita akan dijelaskan step-stepnya juga apa dokumen yang perlu diupload. Saya submit visa tanggal 24 Juni, lalu 2 minggu kemudian tanggal 2 Juli saya mendapat email untuk mengganti ke business. Lalu saya menunggu lama sekali sampai-sampai Visa US yang saya apply belakangan malah approved duluan. Karena sudah melebihi batas waktu maksimum pengurusan visa (16-24 hari) dan belum ada keputusan maka saya menelpon VFS dan dianjurkan untuk mengisi enquiry form di Australian Immigration Enquiry Form. Sehari setelah mengisi Enquiry Form, visa saya granted. Alhamdulillah. Oya ada beberapa teman yang sebelum granted ditelpon oleh embassy. Jadi pastikan hp dalam kondisi aktif jika sewaktu-waktu ditelpon.

Timeline saya:

  • 24 Juni 2019 : Submit application Visa untuk Tourist Stream
  • 2 Juli 2019 : Dapat email untuk mengganti dari Tourist Stream ke Business Stream
  • 4 Juli 2019 : Upload dokumen yang diminta ke immi
  • 22 Juli 2019 : Mengisi enquiry form, menanyakan proses visa
  • 23 Juli 2019 : Visa Granted
  • 25 Agustus 2019: Berangkat ke Australia

Ok Good Luck buat teman-teman yang akan atau sedang apply Visa Australia. Mudah kok asal dokumennya lengkap, dan yang terpenting alasan ke Australia jelas. Serta nggak ada niat lain selain liburan/business meeting.

Yess!! Granted!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.