Game Jokowi: Ini Baru Cara Kampanye yang Kreatif!

Sudah maen Game Jokowi-Ahok? Kalo belum ada baiknya anda mencoba, apalagi kalau anda adalah game mania. Game yang berjudul “Selamatkan Jakarta” ini cukup menghibur, edukatif dan juga kreatif. Game ini bisa dimainkan di http://www.metric-design.com/game atau lewat Facebook di https://apps.facebook.com/selamatkanjakarta/Sedangkan versi offlinenya bisa didownload di sini

Game yang terdiri dari 30 level ini mirip-mirip sama angry birds. Tokoh utama dalam game ini adalah Jokowi yang bertindak sebagai penyelamat Jakarta, yang akan menyelamatkan jakarta dari: Oknum pejabat, Pengusaha Hitam, Preman, serta sampah. Setelah menyelesaikan satu level akan ada kalimat-kalimat kampanye seperti “Rapikan Birokrasi”, atau “100% Bersih 100% transparant 100% profesional” dan lain sebagainya.

Menurut saya ini adalah model kampanye yang cerdas dan kreatif karena:

Satu, kita semua tahulah sekarang sudah jamannya komputer dan internet. Model model kampanye mulai bergeser dari televisi menjadi media Internet, atau bisa juga dikatakan sebagai kampanye 2.0 😀 Penggunaan internet sebagai alat kampanye tidak lagi hanya sekedar facebook, twitter atau youtube, tetapi juga ke media lain seperti game.

Dua, Bukan hanya warga jakarta saja yang bisa menikmati game-nya tetapi juga warga non jakarta yang notabene tidak ikut dalam pilkada jakarta juga ikut menikmati kampanye model baru ini.

Tiga, cukup efektif untuk menyampaikan pesan: Apa sih program-program anda? *sesi yang biasanya bikin kita ngantuk*

Lalu bagaimana game-nya cukup mudah-kah? Kalau dibilang mudah nggak juga, game ini cukup sulit.  Tapi bagus juga karena sulit, orang akan mencari komunitas yang membahas tentang penyelesaian game ini entah di forum online seperti kaskus, forum detik, atau di offline, jadi Buzz Marketing juga kan? Saya sendiri sempat stuck 2 kali di level 16 dan level 24.

Tetapii….setelah main game 2 malam akhirnya…

Tarraaa………

Saya bisa menyelesaikan ke-30 levelnya. Resepnya? Tidak Menyerah, itu aja.

Continue Reading

Kursus Online Google (PowerSearchingWithGoogle)

Saya sudah lulus kursus onlinenya google 😀

Congratulations! Here is the certificate you earned through your participation in Power Searching with Google. Below are your assessment scores.

Mid-class assessment score:  90% Post-class assessment score:  100%

You can print out the attached certificate and hang it on your wall.  We hope you enjoyed the class!

Cheers, Power Searching with Google course staff

Di bulan juli ini Google mengadakan kursus online yang bertajuk Power searching with google, alamatnya ada di www.powersearchingwithgoogle.com Kursus ini diselenggarakan dengan tujuan agar kita bisa lebih mengenal seluk beluk pencarian dengan google sehingga kita bisa menjadi pencari informasi yang hebat 😀

Kursus ini diselenggarakan dari tanggal 10 juli 2012 dan berakhir 19 juli 2012. Saya sendiri tahu infonya pas tanggal 10nya, langsung deh ndaftar dan ikut kelasnya. Untung belum telat…hehe…

Materi kelas Power Searching With Google ini dipandu oleh Daniel Russell, beliau adalah Senior Research Scientist di Google, Inc. Kursus selama 2 minggu ini terdiri dari 6 kelas dan masing-masing kelas terdiri dari 6 pelajaran. Kelas 1-3 ada di minggu pertama setelah itu ada mid class assessment. Di minggu kedua dilanjutkan ke kelas 4-6. Setelah semua materi selesai baru kita ikut post class assessment atau ujian akhir.

Pengalaman saya setelah mengikuti kelas adalah WOW! Saya jadi lebih mengenal berbagai macam pencarian dengan google. Saya tulis sedikit catatan kelas saya:

Continue Reading

Belajar Finance pada Profesor Gautam Kaul

Siapa itu Profesor Gautam Kaul?

Beliau adalah profesor di bidang finance dari Ross School of Business, University of Michigan. Profesor ini adalah instructor dari kuliah online yang saya ikuti: Introduction of finance.

Di awal kelas Profesor Gautam mengatakan kalau untuk bisa ikut di kelasnya tidak diperlukan suatu background studi khusus. Yang diperlukan adalah curiousity and desire to learn. Rasa ingin tahu dan hasrat untuk belajar :D.

Finance adalah bahasa dari ekonomi. Bahasa adalah cara untuk berkomunikasi. Finance adalah alat bagi ekonomi untuk berkomunikasi. Finance bukanlah tentang uang, tetapi finance adalah tentang VALUE.

Continue Reading

Apa itu Yarnbombing?

Apa sih Yarn Bombing itu?

Yarn bombing, yarnbombing, yarnstorming, guerrilla knitting, urban knitting or graffiti knitting is a type of graffiti or street art that employs colorful displays of knitted or crocheted yarn or fibre rather than paint or chalk.

(Wikipedia)

Yarn Bombing itu adalah salah satu seni jalanan yang menggunakan bahan rajutan. Kalau graffiti itu melukis di dinding, jalan dan tempat-tempat publik dengan menggunakan cat, nah yarn bombing ini menyelimuti tempat-tempat publik dengan menggunakan rajutan.

Contohnya kayak gini:

Ini adalah yarn bombing yang menyelimuti tangga jalanan di Sydney

Orang yang pertama kali ‘memperkenalkan’ yarn bombing adalah Magda Sayeg, dari Houston Texas. Dia mendapatkan ide tersebut di tahun 2005 pada saat ingin menutupi pintu butiknya. Magda juga membuat group yarn bombing yang bernama Knitta Please dan group ini kemudian membuat gerakan “knit graffiti” di Houston pada tahun 2005. Mereka menutup berbagai arsitektur publik seperti lampu, telepon, dengan menggunakan rajutan. Tujuannya adalah membuat seni jalanan menjadi lebih ramah dan fuzzy.

Gambar lain Yarn Bombing:

Bis di Meksiko, Patung di Bali, dan pohon di luar Gedung Texas state capitol di Austin.

Mau lihat lebih banyak lagi tentang yarnbombing? Bisa dilihat di sini dan di sini

Picture from: http://inhabitat.com/knitta-pleases-magda-sayeg-is-covering-the-world-in-yarn/

Continue Reading

Harmoni Menyentuh…O… Ku Terpana

Kudapati diri dalam keterpanaan saat harmoni menyentuh
Bulan yang temani surya tinggalkan hari
Pagi dan malam terjadi

Pada ramah sapa derai hujan tunas bertumbuhan
Sehabis panas melanda tanpa kasihan

Di sana sejenak kumerenungi makna
hidup yang mengalir ke muara
Pasang dan surutnya seolah tlah menjadi
bagian peristiwa yang alami

Bunga di padang angkuh berdandan harum dan merona
hingga mesti layu terganti kuncup baru

Semakin tersadar daku menilai semua
tiap gelombang yang kuhadapi
Pasang dan surutnya seolah t’lah menjadi
bagian peristiwa yang alami

Location: Sabana G. Merbabu . Photo Courtesy: Dwi Damar A . Lyrics: Katon Bagaskara

Continue Reading

Membuat Peta Hidup

Akhir-akhir ini saya lagi sibuk bikin PETA HIDUP. Terinspirasi dari kisahnya Ibu Marwah Daud Ismail dengan MHMMD nya, saya membuat peta hidup ALL TIME, dari saya lahir sampai meninggal. Lalu Peta Hidup lima tahunan, satu tahunan, bulanan dan harian.

Sebetulnya beberapa tahun sebelumnya saya pernah membuat rencana hidup. Tapi entah cara bikinnya yang salah atau kenapa, rencana2 itu tidak terealisasi. Atau ada yang sudah 98% hampir tercapai tapi berantakan. (Ini nih yang bikin males bikin2 lagi). Alhasil di beberapa tahun belakangan ini saya tidak membuat rencana hidup. Let it Floww….

Tetapi ternyata nggak enak ya… nggak punya rencana hidup. Rasanya jadi kayak lost direction gitu… Ibaratnya kalo kita mau travelling, kita kan menentukan dulu tujuannya, mau kemana, sama siapa, kesananya lewat mana, naik apa, budgetnya berapa, tujuannya apa, semua dipikirkan. Saya termasuk seorang yang detil ketika merencanakan travelling. Nah buat travelling aja perencanaannya sangat detil, masak hidup enggak direncanain? Padahal hidup itu kan sama saja seperti perjalanan. Tercapai atau tidak itu adalah TAKDIR ALLAH. Yang penting kita sudah beikhtiar.

Rencana hidup yang sukses adalah perencanaan kuliah saya. Di awal kuliah, semester 1 saya mengalami kecelakaan lalu lintas dan akhirnya lama nggak masuk kuliah. Di semester itu nilaiku kompit dari A sampai T ada semua :D. Nilai berantakan, kuliah juga nggak terlalu niat, jarang kelihatan di kampus, wah parah deh waktu itu. Hingga di semester 4 saya memutuskan untuk serius menata kuliah. Pokoknya saya nggak mau lulus dengan IP jelek.

Saya merencanakan mata kuliah apa saja yang mau diambil, diambil di semester berapa, dan saya rencanakan juga mau dapet nilai berapa 😀 Saya membuat dengan sangat detail. Mungkin karena detil itu kali ya mangkanya berhasil. Saya bisa mengejar ketertinggalan saya 😀

Meski sempat lama tidak membuat Peta hidup, sekarang saya memutuskan untuk membuat Peta Hidup. Ada beberapa hal yang saya rencanakan. …5 tahun lagi…10 tahun lagi….Semoga Allah Meridhoi…Aamiin.

Continue Reading

Hanya Perlu Yakin

“Kasih tau dong, apa tipsnya biar bisa mencium Hajar Aswad?” tanyaku pada sahabatku yang baru saja pulang umroh.

“Aku hanya yakin aja aku bisa” jawabnya.

Beberapa hari yang lalu aku mengantar adikku sepupu ujian SNMPTN. Aku jadi ingat pas ujian UMPTN beberapa tahun yang lalu. Waktu itu aku pilihan ke 1 dan ke 2 UGM semua. Beberapa orang mencoba mengalihkan pilihanku ke universitas lain, tapi aku nggak mau.

Aku yakin aja aku bisa.

***

Dalam beberapa hal kita hanya perlu YAKIN. Itu saja 😀

Continue Reading

Paper Stop Motion from Jogja

Ini adalah salah satu paper stop motion favorit saya. Nemunya nggak sengaja di FB. Paper Stop Motion yang berjudul ‘OTW – On The Way’ ini dibuat oleh teman-teman UKDW dan menjadi pemenang dari Asia-Europe Short Film Contest (ASEF) yang diselenggarakan oleh Asia-Europe Foundation.

Paper stop motion ini dibuat menggunakan 1395 foto dan semua properti yang digunakan murni buatan tangan (handmade).

OTW – Paper Stop Motion

Paper stop motion yang berdurasi 3:01 menit ini bercerita tentang seorang bule (gambar jatuh-nya ala Mr. Bean) yang jatuh di Tugu Jogja. Perjalanan dimulai dari Stasiun Tugu, dengan menggunakan becak. Sang penarik becak bertindak ala tourist guide, menceritakan bangunan-bangunan yang dilewati di sepanjang perjalanan seperti Malionoro Mall, Kantor Gubernur, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, Kantor Pos Besar, Bank Indonesia, beberapa tempat Ibadah, dan berakhir di Kraton Jogja (sesuatu yang membuat Jogja menjadi begitu istimewa).

Di depan kraton ini ada dialog antara Tukang Becak sama Bule tadi yang intinya si Bule kagum akan keberadaan berbagai bangunan-bangunan yang menggambarkan keanekaragaman yang ada di jogja, mulai dari bangunan Asia-Eropa, dan bangunan tempat ibadah.

“It seems that everything is here. The harmonization of those buildings is so georgeous, isn’t it?”, kata bule.

“Yes Sir, diversity are beautiful”, jawab si tukang becak.

Mungkin kalo di dunia nyata sosok abang becak itu adalah Harry Van Jogja kali ya…Seorang tukang becak yang menguasai Bahasa Inggris & Bahasa Belanda. Juga aktif di Social Media seperti facebook dan twitter.

Film pendek ini berakhir saat bule tadi berfoto di depan Kraton. Kalo diamati dengan cermat ada yg lucu, karena di foto itu si bule berfoto dengan sikap ngapurancang. O, iya ngapurancang itu adalah sikap berdiri dimana tangan berada di bawah pusar, kaki direnggangkan, sikap santai disertai rasa hormat. Sikap ini biasanya digunakan jika dalam situasi atau berhadapan dengan orang-orang terhormat. Wah bule-nya udah njawani, hehe…:D

Continue Reading

Film Door to Door

Baru kemaren saya nonton film Door to door. Film ini pernah digunakan Pak Dharma dalam materi Selling & Life Skil. Meski film ini sudah lama tersimpan di harddisk (tepatnya sejak 2008) tapi entah kenapa saya belum juga tergerak untuk nonton sampai akhir. Baru kemaren sore saya bener2 ‘niat’ buat menyelesaikannya. Saya percaya kalau film atau buku itu akan hadir di saat yang tepat. Disaat kita benar-benar siap dan memerlukannya.

Kali ini saya pengen menuliskan apa sih yang saya dapetin dari film ini terutama dari sudut pandang selling:

Film ini diangkat dari kisah nyata seorang yang bernama Bill Porter. Bill ini menderita Cerebral Palsy, suatu gangguan syaraf di otak karena waktu lahir dokternya meleset waktu menggunakan Vacuum. Akibatnya penderita cacat ini sulit mengkoordinasikan saraf dan ototnya. Bill ini kalo jalan seperti seorang pemabuk dan sulit berbicara.

Tetapi dia punya kemauan dan tekad yang kuat. Persistence and Patience.

Dia melamar pekerjaan di Watkins (sebuah perusahaan yang menjual kebutuhan sehari-hari. Awalnya tentu saja ditolak. Tetapi Bill berhasil meyakinkan Direkturnya “Beri saya daerah yang paling buruk penjualannya, toh anda juga tidak rugi apapun.” Oke Si Bos Menerima.

Bill memulai pekerjaannya menawarkan barang secara door to door. Bill mengetuk pintu calon customernya, menceritakan berbagai kisah menarik sebelum akhirnya mempromosikan dagangannya. Berbagai karakteristik orang ditemuinya. Ada yang tetanggaan berantem, ada pemabuk, ibu2 kesepian, dsb. Di sini Bill tidak hanya bertindak sebagai penjual, tetapi menjadi bagian dari lingkungan itu. Orang-orang disitu mengenalnya, menyapanya. Bill menjadi teman bagi customernya. Bahkan penjadi pendamai antara tetangga yang berantem tersebut.

Pernah suatu ketika ada seorang anak kecil yang waktu pertama kali melihat Bill merasa takut. Tetapi Bill bisa melucu sehingga anak itu tidak lagi takut. Anak itu setelah besar berprofesi sebagai wartawan dan menulis kisah Bill sebagai penjual yang sukses. Dia menyebut Bill sebagai “The Invisible Thread” Benang yang tidak tampak. Karena Bill telah menghubungkan orang-orang yang ada dalam lingkungan tersebut.

Hingga akhirnya, di tahun 1989 Bill mendapatkan penghargaan dari Watkins sebagai penjual terbanyak. Prestasinya itu melebihi prestasi orang-orang muda dan normal.

Putuskan apa yang Anda inginkan dalam hidup ini; lihatlah sisi positifnya;

dan jangan pernah menyerah sampai Anda mencapainya

Bill Porter

Continue Reading