San Francisco (Part 1): Fisherman’s Wharf

Setelah selesai dari event Connect Live saya memutuskan untuk extend 2 hari di San Francisco. Alsannya simple aja, kita tidak pernah tahu masa depan. Kesempatan dalam hidup belum tentu akan datang lagi. Jadi mumpung di Amerika, sekalian aja jalan-jalan dan mengeksplor kotanya 😀

Walaupun cuma 2 hari extend di San Francisco saya sudah cukup puas jalan-jalannya. Tulisan tentang jalan-jalan di San Francisco ini akan terbagi menjadi beberapa tulisan, yang bermula dari Fisherman’s Wharf dan berakhir di Ferry Buildings Market Place.

Pas pegang buku ini rasanya nggak percaya sudah di San Francisco

Hal pertama yang dilakukan setelah memutuskan extend adalah mencari hotel untuk menginap 2 malam. Harga hotel di San Francisco ampun-ampun deh mahalnya.

Ada level hostel dengan harga 800-900k per malam dan tentu saja shared bed dan shared bathroom. Hotel bagus macam Hyatt, Marriot sudah berada di angka 5-6 juta per malam. Setelah melalui berbagai pertimbangan (termasuk review di Google Maps), saya dan Nunu memutuskan untuk menginap di Motel Capri. Hotel ini standardnya biasa aja tapi semalamnya 3,5 juta. Note: pada saat saya ke US, bulan Oktober 2018 kurs USD ke IDR adalah 15.300, terlemah sepanjang sejarah Bangsa Indonesia. Jadi ugh.. kerasaa banget di pas di US-nya. Kalau sekarang dollar udah turun mungkin ratenya nggak akan semahal itu.

Morning and Good bye

Pagi hari kami breakfast di Presidio Hyattsambil berpamit-pamitan. Duh rasanya sedih baru ketemu udah pisah. Beberapa bilang “See u next year” hehe….. Bisa ya pede gitu?! 😀

Setelah mengemas barang-barang, saya menyempatkan untuk memotret kamar saya di Hyatt Centric. Kamar yg selama 3 hari saya tempati sendiri. Buat teman-teman yang berencana ke SF dan mencari hotel bagus, hotel ini cukup recomended. Tempatnya bagus dan yang paling penting lokasinya dekat dengan Fisherman’s Wharf, hanya sekitar 300 meter dan bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Fisherman’s Wharf adalah tempat wisata yang populer di San Francisco. Bisa dibilang tempat yang wajib dikunjungi setelah Golden Gates Bridge. Tempat ini sebetulnya adalah kampung nelayan. Konon awal mulanya nelayan Italia yang datang dan menetap disini. Lalu akhirnya tempat ini berkembang dan menjadi ramai.

Setelah checkout, saya menitipkan barang-barang saya di loby. Tidak semua teman CL extend setelah acara Connect Live. Banyak juga yang langsung pulang setelah acara selesai. Sementara menunggu penerbangan, mereka eksplor di Fisherman’s Wharf atau Kota San Francisco.

In N-Out Burger

Bagi yang pernah ke Amrik, pasti tau kalau In N-Out burger adalah salah satu burger yang terkenal di Amerika, khususnya di California. Karena itu untuk mengawali penjelajahan saya di San Francisco, saya mampir ke In N-Out burger. Burger ini berlokasi di 333 Jefferson Street, area Fisherman’s Wharf. Saya tidak sendirian makan burger disini, tetapi bersama Youtuber kondang dari Surabaya, Mas Budiono Sukses yang tahun ini diundang (lagi) ke Connect Live 2018.

Daftar harga di In N-Out Burger beserta kalorinya

Kedai In N-Out Burger tidak luas juga, tetapi penuhh. Nggak heran sih karena burger ini memang terkenal, bahkan merupakan burger favorite dari koki terkenal Gordon Ramsay dan beberapa artis seperti Kim Kadarshian dan Paris Hilton. Burger ini juga tidak membuka franchise seperti Mc D, jadi limited banget. Bahkan di Amerika, orang harus ke California untuk bisa makan burger ini.

Bahan-bahan yang digunakan fresh, seperti kentang yang dikupas dan dimasak pada saat itu juga. Yg terpenting ga ada pork-nya ya gaess. Gerai ini buka setiap hari dari jam 10.30 am-1.00 am. Khusus untuk hari Jumat & Sabtu buka sampai jam 1.30 am. Saya membeli double-double burger seharga $4,85. Ini harga sebelum pajak yaa… Harga total setelah pajak jadinya $5,26.

Walaupun tempatnya penuh, kami bisa dapat meja dan shared table dengan pasangan kakek nenek dari Italia. Rasa burgernya lumayan enak, bisa diterima-lah sama lidah Indonesia saya. Kalau mau tau review burger ini bisa cek di Youtubenya Mas Budiono Sukses Burger Paling Enak di San Francisco (Ada saya di menit ke 8:25).

Fisherman’s Wharf

Selesai makan saya kembali berjalan-jalan di sekitaran Fisherman’s Wharf. Daerah yang disebut Fisherman’s Wharf adalah dari Aquatic di Van Ness Avenue sampai ke Pier 35 di Kearny Street. Pier artinya dermaga. Di San Francisco ada banyak sekali pier, mulai dari pier 1 di Embarcadero sampai Pier 45 di sekitar Aquatic. Fisherman’s Wharf terkenal dengan sign-nya yang berbentuk bulat dan ada gambar kepiting di dalamnya. Bagi turis, wajib foto disini 😀

Sign ini berada di Sekitar Pier 45

Saya tidak mengunjungi Aquatic karena sudah diwanti-wanti oleh Googler untuk menghindari daerah itu karena baru-baru ini ada penembakan disana. Tidak ke Aquatic sama artinya tidak mengunjungi Ghirardelli Square dong. FYI, Ghirardelli adalah cokelat terenak di San Francisco. Tetapi saya tidak terlalu kecewa, karena malam sebelumnya di Terra Gallery team Local Guides sudah membawa booth Ghirardelli Ice Cream untuk kami. Dan memang rasanya enak banget. Untuk membeli cokelatnya, tidak perlu khawatir karena banyak tempat di San Francisco yang menjual Ghirardelli Chocolate.

San Francisco Chocolate Store
Cokelat dengan packaging Cable Car ala San Francisco juga ada

Jika teman-teman mengunjugi Fisherman’s Wharf, akan melihat kapal-kapal yang bertengger (ya iyalah, namanya juga dermaga). Tempatnya bersih dan rapi. Di beberapa tempat ada peringatan tsunami.

Selepas Connect Live, teman2 ada yang mengadakan sailing yaitu naik kapal keliling di lautan sampai dekat Alcatraz dan Jembatan Golden Gate. Biayanya 53 dollar atau sekitar 800.000. Saya? enggak ikut lah. Saya kan dari negara kepulauan, males banget bayar mahal untuk sailing. Kalau kepengen kapan-kapan bisa ke Rembang buat berlayar sampai puas.

Pier 39

Pier 39 adalah dermaga yang paling terkenal. Jangan berhenti mengeksplorasi Fisherman’s Wharf sampai ketemu Pier 39. Disini ada toko-toko, restaurant, komedi putar dan lain sebagainya. Tempat ini juga ramai sekali oleh wisatawan. Oya, harga barang semakin mendekati Pier 39 semakin mahal, saya sudah cek harga souvenir hampir semua toko disini hehe…. Disini ada juga toko yang namanya Alcatraz. Toko ini menjual barang-barang seperti baju tahanan yang garis-garis dan juga souvenir alcatraz, lucu-lucu. Harga-harga barang belum termasuk pajak, juga belum termasuk kantong plastik. Biasanya kita akan ditanya apakah mau pakai kantong plastik atau tidak.

Kalau mau lihat singa laut berjemur, tempatnya ada di belakang toko-toko di Pier 39. Dari situ juga kelihatan pulau penjara Alcatraz.

Clam Chowder

Hari menjelang petang ketika saya kembali ke hotel dan Mb Nunu belum kembali dari Union Square. Karena lapar saya memutuskan kembali ke Fisherman’s Wharf untuk makan Clam Chowder di Boudin!

Clam Chowder ini adalah makanan dari sejenis sup dari kerang dan merupakan makanan khas San Francisco. Clam Chowder ini ada di dalam roti Sourdough yang berungsi sebagai mangkuk. Clam Chowder ini enak sekali dan halal. Teman-teman musti coba ini kalau ke San Francisco. Harganya $9,75 dan setelah pajak harganya $10,67.

Saat sampai disana tempatnya penuh sekali. Saya melihat ada satu kursi yang masih kosong, tetapi berbagi meja bersama satu keluarga muda dari China.

“May I sit here?” tanyaku. “How many person?” tanya si bapak.

“Only me” jawabku. “Oke” jawabnya lagi. Lalu jadilah saya duduk bareng mereka.

Oya kalau di restoran cepat saji macam In N Out burger kita tidak wajib memberikan tip. Tapi kalau di restoran biasa kita wajib memberikan tip untuk pelayan. Besarnya 15% dari harga makanan yg kita makan.

Boudin Bakery Fisherman’s Wharf
Clam Chowder

Selesai makan di Boudin saya kembali ke hotel untuk mengambil barang-barang saya dan pindah hotel. Lalu mempersiapkan diri untuk petualangan keesokan harinya, di Kota San Francisco.

Ini ada beberapa foto selfie di Fisherman’s Wharf yang dibuang sayang 😀

Bersambung ke San Francisco (Part 2): Lombard Street

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.